Mahasiswa KKM Uniba Bangun Layanan Informasi Digital Desa Ranjeng Berbasis QR Code

Mahasiswa KKM Kelompok 24 mengembangkan sebuah website desa yang memuat informasi profil desa, pelayanan administrasi, kontak desa, serta berbagai informasi penting lainnya. Website tersebut kemudian dihubungkan dengan QR Code yang dapat dipindai menggunakan telepon genggam untuk mengakses seluruh informasi desa secara digital.

01 Agu 2026 - 20:05
Diperbarui: 2 bulan yang lalu
Mahasiswa KKM Uniba Bangun Layanan Informasi Digital Desa Ranjeng Berbasis QR Code
Pemasangan kode QR oleh mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 24 di Desa Ranjeng. (Foto dok: istimewa)

Serang - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 24 Desa Ranjeng mengembangkan papan informasi berbasis QR Code yang terintegrasi dengan website desa sebagai bagian dari program kerja Bidang 5 Tata Kelola Pemerintahan Desa/Kelurahan, Pelayanan Publik, dan Inovasi Teknologi. Program tersebut dijalankan untuk mendukung transformasi digital pelayanan informasi desa agar masyarakat dapat memperoleh informasi secara lebih cepat, mudah, dan dapat diakses kapan saja.

Sebelum program ini dijalankan, papan informasi di Kantor Desa Ranjeng masih mengandalkan media cetak. Kondisi tersebut membuat pembaruan informasi membutuhkan waktu lebih lama dan akses informasi belum dapat dilakukan secara fleksibel oleh masyarakat.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 24 mengembangkan sebuah website desa yang memuat berbagai informasi penting. Website tersebut berisi profil desa, informasi pelayanan administrasi, kontak desa, serta informasi lainnya yang dibutuhkan masyarakat.

Agar akses informasi menjadi lebih praktis, website kemudian diintegrasikan dengan QR Code yang dapat dipindai menggunakan telepon genggam. Dengan cara tersebut, masyarakat cukup melakukan pemindaian untuk memperoleh berbagai informasi desa tanpa harus datang langsung ke kantor desa.

Pelaksanaan program diawali dengan proses pengumpulan data serta penyusunan konten website. Setelah seluruh materi selesai disiapkan, mahasiswa melanjutkan pengembangan website sekaligus pembuatan QR Code yang kemudian dipasang pada papan informasi di Kantor Desa Ranjeng sebagai pusat informasi digital desa.

Program tersebut tidak berhenti pada pemasangan fasilitas digital. Mahasiswa KKM juga menggelar sosialisasi kepada Ketua RT, Ketua RW, perangkat desa, serta masyarakat mengenai cara penggunaan QR Code dan pemanfaatan website desa.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai langkah-langkah memindai QR Code menggunakan telepon genggam sehingga dapat mengakses berbagai informasi desa secara cepat dan mudah.

Untuk memperluas jangkauan layanan informasi, QR Code juga ditempelkan di sejumlah titik strategis dan fasilitas umum, termasuk di lingkungan RT dan RW. Langkah tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi desa tanpa harus datang ke Kantor Desa Ranjeng sekaligus meningkatkan keterbukaan informasi kepada publik.

Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Pemerintah Desa Ranjeng yang melibatkan perangkat desa sebagai mitra utama dalam pelaksanaannya. Inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyebaran informasi sekaligus menjadi langkah awal digitalisasi pelayanan publik di tingkat desa.

Penanggung jawab program, Ovi Alfiah, mengatakan inovasi tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi desa.

"Saya berharap dengan adanya papan informasi dan QR Code ini masyarakat dapat dengan mudah mengakses segala informasi secara cepat dan di mana saja. Program ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengembangan digitalisasi pelayanan di Desa Ranjeng," ujar Ovi Alfiah melalui keterangan rilisnya, Sabtu (29/7).

Sementara itu, Ketua KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 24 Desa Ranjeng, Ana Ainun Musyarofah, menegaskan bahwa program tersebut dirancang agar manfaatnya tetap dirasakan masyarakat setelah masa KKM berakhir.

"Program ini kami rancang agar manfaatnya tidak berhenti ketika KKM selesai. Melalui website desa, QR Code, serta sosialisasi kepada RT, RW, dan masyarakat, kami berharap budaya pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik dapat terus berkembang di Desa Ranjeng. Semoga inovasi ini menjadi fondasi awal menuju pelayanan desa yang lebih modern, transparan, mudah diakses, dan berkelanjutan," ujar Ana Ainun Musyarofah.

Melalui pengembangan website, pemasangan QR Code di berbagai titik strategis, serta sosialisasi kepada masyarakat, Mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 24 berharap inovasi tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Desa Ranjeng. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 3
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0