Rumah Belajar Desa Ranjeng Hidupkan Kembali Pojok Baca Anak

Program Rumah Belajar difokuskan pada kegiatan bimbingan belajar (bimbel) bagi anak-anak tingkat TK dan SD

11 Agu 2026 - 00:00
Rumah Belajar Desa Ranjeng Hidupkan Kembali Pojok Baca Anak
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 24 menghadirkan program Rumah Belajar Desa Ranjeng. (Foto dok: istimewa)

Serang - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa Kelompok 24 menghadirkan program Rumah Belajar Desa Ranjeng untuk mengaktifkan kembali pojok baca yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan minat belajar dan literasi anak-anak di Desa Ranjeng.

Rumah Belajar difokuskan pada kegiatan bimbingan belajar (bimbel) bagi anak-anak tingkat TK dan SD. Kegiatan digelar rutin setiap akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, dengan memberikan pendampingan materi sekolah sekaligus kegiatan membaca yang memanfaatkan fasilitas pojok baca desa.

Program tersebut tidak hanya dirancang untuk berjalan selama mahasiswa melaksanakan KKM. Mahasiswa Kelompok 24 juga menggandeng pemuda Desa Ranjeng untuk terlibat sebagai relawan pengajar sekaligus calon pengelola Rumah Belajar.

Keterlibatan pemuda desa diharapkan dapat memastikan keberlanjutan program setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir. Para pemuda diharapkan mampu menjadi tongkat estafet dalam melanjutkan pendampingan belajar secara mandiri.

Dengan pola tersebut, Rumah Belajar diharapkan tidak berhenti sebagai program sementara. Ruang tersebut dapat dikembangkan menjadi tempat belajar dan literasi yang dikelola bersama oleh masyarakat Desa Ranjeng.

Koordinator bidang program mengatakan Rumah Belajar diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar anak-anak sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang.

“Dengan adanya program kerja ini, semoga anak-anak Desa Ranjeng lebih suka belajar. Karena belajar bukan sekadar tahu, tapi bertumbuh. Rumah Belajar hadir membersamai langkah mereka,” ujar Julianti melalui keterangan rilisnya, Senin (10/8).

Program Rumah Belajar juga menjadi upaya untuk menghidupkan kembali fungsi pojok baca Desa Ranjeng yang sebelumnya kurang aktif. Fasilitas tersebut dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan pendampingan belajar dan membaca bagi anak-anak.

Selain memberikan pendampingan akademik, keterlibatan mahasiswa dan pemuda desa dalam program tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan belajar yang dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemuda desa menjadi bagian penting dalam rencana keberlanjutan kegiatan setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKM.

Melalui Rumah Belajar Desa Ranjeng, mahasiswa KKM Universitas Bina Bangsa Kelompok 24 berupaya membangun ekosistem literasi dan pendidikan dengan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di desa serta melibatkan masyarakat setempat.

Program ini diharapkan dapat membuat pojok baca kembali menjadi ruang yang aktif dan bermanfaat bagi anak-anak, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat desa untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan kegiatan belajar dan literasi di Desa Ranjeng.

Bagaimana Reaksi Anda?

Suka Suka 1
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 1
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0